Jelang Idul Adha, DKPP Jabar Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Berita Lainnya

Digelar Sampai Akhir September, Ini Sederet Promo Acer Day 2020

BANDUNG, infobdg.com - Wargi Bandung pecinta produk Acer? Pas banget! Karena tahun ini, gelaran rutin Acer Day bakal berlangsung sampai akhir September 2020. Acer Day...

Ridwan Kamil Pimpin Safari Kebhinekaan Pertama di Jabar

KAB. INDRAMAYU, infobdg.com -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memimpin safari kebhinekaan pertama di Jabar yang digelar mulai dari Islamic Centre Indramayu, Vihara Dharma...

Konflik PERSIB dan 36 PS Memanas, Ini Tanggapan Eko Maung

BANDUNG, infobdg.com - Konflik antara 36 Persatuan Sepak Bola (PS) dengan PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) kini tengah mencuat ke publik. 36 PS disebut...

Taste Test: Pertarungan Minuman Boba x Donat Kampung

BANDUNG, infobdg.com - Masih ingat lagu Joshua Suherman yang liriknya, "Bulet-bulet bolong tengahe, namanya kue donat"? Yap, sesuai lirik lagu anak-anak itu, kali ini...

BANDUNG, infobdg.com – Menuju hari raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar intens mengawasi hewan kurban di tempat penjualan hewan.

Dikatakan Kepala DKPP Jabar, Jafar Ismail, bahwa saat ini pihaknya telah melaksanakan vaksinasi antraks dan menyiapkan sekitar 27.000 vaksin antraks untuk hewan kurban yang masuk wilayah Jabar.

“Kami melaksanakan pengawasan. Pengawasan jalur masuk hewan dari luar provinsi di daerah Cirebon, Banjar, dan Kabupaten Bogor. Kami memperketat kedatangan asal hewan kurban dari luar Provinsi Jabar,” beber Jafar, Sabtu (11/7).

DKPP Jabar akan melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Idul Adha. Jafar mengatakan, pihaknya akan memberikan informasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengenai tata cara penyembelihan hewan di tengah pandemi.

“Untuk hewan kurban yang layak untuk dikurbankan nanti akan diberikan kalung telah lulus dari pemeriksaan,” ucapnya.

Untuk pengawasan hewan kurban, DKPP Jabar telah menurunkan 735 petugas dan 40 dokter hewan. Kemudian, DKPP Jabar juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Ditegaskan Jafar, bahwa hewan kurban harus mempunyai kriteria ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan Idul Adha kali ini penjualan hewan kurban di lapangan hanya diperbolehkan di daerah yang level kewaspadaan Covid-19-nya berada di zona hijau dan biru (level 1 dan 2). Itupun dapat dilakukan jika mendapat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

Sedangkan, untuk daerah zona kuning, merah, dan hitam (level 3, 4, dan 5) tidak diperbolehkan menjual hewan kurban di lapangan.

“Kalau daerah merah, hitam, dan kuning, itu tidak dimungkinkan adanya penjualan hewan kurban di lapangan. Maka, penjualan hewan harus hanya di tempat penjualan hewan,” ucap Jafar. “Kemudian juga untuk pengunjung dibatasi. Daerah hijau dan biru tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandas dia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...