MUSIK, infobdg.com – Layaknya sebuah lingkaran sebuah komunitas, dinamika erat-renggangnya hubungan antar anggota merupakan hal yang sangat dimaklumi. Begitu pun juga dengan terjadi di Glory of Love, band yang berdiri sejak 2002 ini juga dalam beberapa tahun terakhir mengalami gejolak internal.
Puncaknya ketika Glory of Love seharusnya merayakan hari jadinya ke-17, sang founder/frontman/vocalist, Ivan Prabumi mengumumkan pengunduran diri sementara di akun Instagram pribadinya. Ivan memilih untuk istirahat sejenak dari dunia yang sangat dia cintai sepenuh hati, dunia yang dia cita-citakan sejak berkomitmen membangun Glory of Love.

Karena memang selama ini Ivan lah yang menjadi motor penggerak Glory of Love dari awal, sontak segala kegiatan band pun terhenti, segalanya mendadak sunyi, mati suri. Bahkan sekedar sundulan-sundulan media sosial pun ikut hening. Seakan menandakan bahwa band yang tengah beranjak dewasa ini sudah tamat.
Proses rekonsiliasi pun coba dilakukan dan terus diusahakan oleh Herli dan Boriz, namun Ivan tetap pada pendiriannya. Sampai pada suatu waktu justru Boriz lah yang pertama menyerah, merelakan posisi drummer Glory of Love yang sudah dilakoninya sejak 2004.
Ya, sangat disayangkan Boriz telah resmi mengundurkan diri dari Glory of Love setelah tergabung selama 15 tahun. Herli yang tinggal seorang diri, kembali coba merangkul Mamat Skill. Herli juga mencoba mencari potongan puzzle posisi drummer yang kosong sepeninggal Boriz. Akhirnya pinangan jatuh pada seorang drummer yang sudah lama dikenal, dia adalah Aryo Bimo Pratama.
Akhirnya pada pertengahan 2020, rekonsiliasi pun terlaksana. Ivan teryakinkan untuk kembali berkarya dengan Glory of Love, band yang 1% pun tidak berkurang rasa di hatinya walaupun dia memilih untuk “cuti” sejak awal 2019 lalu. Dengan komposisi personil yang sudah lengkap, Glory of Love sepakat untuk melanjutkan sebuah project yang telah lama tertunda.

Dengan personil baru, Glory of Love mempersembahkan single baru berjudul “INKLUSIF”. Lagu ini merepresentasi kondisi di internal Glory of Love, di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Issue “Perbedaan Pendapat” yang semakin meruncing dalam segala aspek
menjadi tema yang diangkat.
Demam merasa “Paling Benar” hingga bersikap tidak benar dengan menghakimi kelompok yang berbeda dengannya dengan sebutan sesat bahkan kafir, padahal yang sebenarnya berbeda hanya lah “Tafsir dan Nalar”. Masih dengan produser Bimoyeah dan label rekaman Yeahmusik Records, Inklusif sudah dapat dijajal di berbagai platform digital favorit Wargi Bandung.
Personil baru, spirit baru, serta karya terbaru! Inilah comeback-nya Glory of Love setelah sekian lama hiatus!

