Niat Ambil Pancing yang Terbawa Arus, Pemuda 19 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Cidurian

Berita Lainnya

BANDUNG, Infobdg.com — Seorang pemuda berusia 19 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cidurian, kawasan Curug Leuwi Harupat, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Selasa (13/10).

Korban berinisial D dilaporkan tenggelam saat berusaha mengambil alat pancing miliknya yang terlepas dan terbawa ke bagian tengah sungai. Nahas, korban yang diketahui tidak bisa berenang justru tenggelam ketika mencoba menjangkau alat pancing tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan petugas, peristiwa bermula ketika korban sedang memancing bersama seorang rekannya di sekitar aliran Sungai Cidurian.

Saat alat pancingnya tertarik ke tengah sungai, korban kemudian melepas bajunya dan melompat ke air untuk mengambil alat tersebut.

Danru Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, Encep Iman Nurdin, membenarkan kronologi kejadian tersebut berdasarkan keterangan saksi di lokasi.

“Pada saat itu pancingannya tertarik ke area tengah sungai, lalu kemudian si korban melepas baju, kemudian loncat ke tengah sungai,” kata Encep, seperti dikutip dari detikJabar, Selasa (13/10).

Gambar Ilustrasi

Namun, upaya korban mengambil alat pancing berakhir tragis. Korban diduga tidak mampu bertahan di air karena tidak bisa berenang. Kedalaman sungai di lokasi kejadian dilaporkan mencapai lebih dari tiga meter.

“Pada saat yang bersamaan, korban ternyata tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam,” ujar Encep.

Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil karena kedalaman sungai menyulitkan proses pencarian korban di dalam air.

Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada petugas Disdamkarmatan Kota Bandung. Tim penyelamat dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian sekaligus mengevakuasi korban.

Dalam proses pencarian, petugas menggunakan teknik penyelaman dengan bantuan peralatan Self-Contained Underwater Breathing Apparatus (SCUBA). Sebanyak delapan personel diterjunkan, dengan dua personel melakukan penyelaman untuk menyisir area tempat korban diduga tenggelam.

Encep mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

“Proses evakuasi tadi kita menggunakan teknik penyelaman, menggunakan alat SCUBA, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar, tidak ada halangan ataupun juga hambatan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyisiran di bawah permukaan air, korban akhirnya ditemukan sekitar tiga meter dari titik alat pancingnya terjatuh. Petugas menduga tubuh korban terbawa arus bawah air hingga tersangkut di sela-sela dinding sungai.

Korban kemudian berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika kondisi kedalaman dan arus air tidak diketahui secara pasti. Warga juga diimbau tidak mengambil risiko dengan terjun ke sungai untuk menyelamatkan barang yang jatuh, khususnya jika tidak memiliki kemampuan berenang.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat