BANDUNG, infobdg.com – Pemkot Bandung membersihkan vandalisme di sejumlah fasilitas umum pascademonstrasi Selasa (20/10). Selain merusak sejumlah fasilitas kota, aksi tersebut juga berdampak pada dua mobil yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung proses pembersihan di Simpang Lima, Jalan Braga, kawasan Cikapayang-Dago hingga Pendopo Kota Bandung, Rabu (21/10).
Pembersihan ditargetkan berlangsung intensif selama 2 x 24 jam dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, unsur tata pemerintahan, serta jajaran kewilayahan.
“Tujuannya tentu yang paling penting mengembalikan kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Karena vandalisme tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat,” ujar Farhan, Rabu (21/10).
Simpang Lima menjadi salah satu titik dengan kerusakan vandalisme yang cukup terlihat. Sejumlah huruf pada bagian fasilitas di lokasi tersebut mengalami kerusakan sehingga harus dilepas untuk diperbaiki.
“Yang paling rusak vandalisme di sini. Jadi ini terpaksa semua huruf-hurufnya karena bagian bawahnya dirusak. Jadi kita akan cabut semuanya, sekaligus kita coba perbaiki semuanya sehingga nanti akan kelihatan lebih normal,” jelas Farhan.
Meski demikian, Farhan memastikan tidak ditemukan kerusakan besar pada fasilitas lalu lintas. Sejumlah fasilitas, termasuk lampu pengatur lalu lintas atau traffic light, masih dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah semuanya tidak ada. Kami memang melihat ada beberapa vandalisme dan sedang kami bersihkan semuanya,” tuturnya.

Selain kerusakan fasilitas kota, dua mobil terkait program MBG juga dilaporkan menjadi sasaran perusakan. Kendaraan tersebut berada di sekitar Jalan Naripan, dekat fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Farhan menyebut kerusakan terjadi pada kendaraan dan tidak sampai merembet ke bagian dapur SPPG. Pemkot Bandung akan memastikan kondisi fasilitas tersebut agar pelayanan pemenuhan gizi masyarakat tidak terganggu.
“Saya juga tidak menduga sebetulnya bahwa ada pergerakan massa ke arah Jalan Naripan yang kebetulan SPPG-nya ada di pinggir jalan. Tapi kerusakan yang terjadi berhasil dicegah tidak sampai ke dalam dapur. Mobilnya memang sempat jadi korban vandalisme,” ujar Farhan.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, Farhan menyatakan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Kota Bandung secara umum masih berjalan baik setelah demonstrasi. Pemkot bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif.
“Sejauh ini pemantauan kegiatan ekonomi sosial di Kota Bandung masih berjalan dengan baik. Unjuk rasa walaupun ada gesekan dan percikan, tapi tidak kemudian mengganggu secara umum kegiatan sosial ekonomi di Kota Bandung,” pungkasnya.
Sebelumnya, demonstrasi pada Selasa (20/10) berlangsung di sejumlah titik di Kota Bandung. Situasi memanas pada malam hari ketika sebuah truk Dalmas Polrestabes Bandung diserang di kawasan Jalan Sulanjana-Cikapayang. Berdasarkan laporan awal kepolisian, tiga personel mengalami luka dan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.***

