KAB. CIANJUR, infobdg.com – Jawa Barat menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia dengan produksi 13,52 juta ton, atau 15,38% dari total produksi nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan arahan sekaligus bersilaturahmi dengan Kelompok Tani/Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada Jumat (20/9), di Satuan Pelayanan Balai Benih Hortikultura Cikadu, Kab. Cianjur.

Foto: Humas Jabar

Uu mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar saat ini akan fokus memerhatikan juga kondisi pertanian.

“Sebab, sektor pertanian, terutama pangan, merupakan faktor vital bagi masyarakat Jawa Barat dan nasional. Maka di Jawa Barat, Perda Sawah Abadi diterapkan sebagai solusi agar keberadaan sawah tak cepat habis,” kata Uu.

Menurut Uu, Perda Sawah Abadi adalah salah satu solusi terbaik untuk menjaga keberadaan area persawahan di Jabar. Sehingga, jumlah produksi tani Jabar stabil.

“Ada tantangan dalam pertanian. Yakni lahan (pertanian) semakin menyempit. Solusinya adalah Perda Sawah Abadi dan harapannya diikuti pemerintah kabupaten/kota lainnya,” tukasnya.

Selain itu, cuaca menjadi tantangan di sektor pertanian. Maka dari itu, Uu menekankan harus adanya edukasi terkait lingkungan kepada masyarakat. Masalah lainnya adalah generasi penerus. Saat ini, masih jarang sekali generasi muda yang ingin menjadi petani.

“Tentunya, pertanian harus dijadikan sektor usaha yang berorientasi menguntungkan, di mana faktor ini yang menjadi pertimbangan generasi muda dalam menekuni suatu usaha,” ujar dia.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Pemprov Jabar telah melakukan inovasi dengan meluncurkan Si Perut Lape atas Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan. Lewat aplikasi tersebut, pemanfaatan lahan dapat menyesuaikan jenis komoditas yang ditanam dengan kondisi lahan serta waktu penanaman.

Uu berharap, link-and-match antara lahan dan manfaatnya itu dapat meningkatkan jumlah produksi sekaligus melestarikan lingkungan.

“Maka bantuan untuk bidang pertanian, seperti alat- alat, harus sampai ke petani yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar, M Ruslan, menyebut luas lahan milik Pemprov Jabar yang ada di wilayah Cikadu sekitar 2.100 hektar. Adapun, potensi ekonomi Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, di antaranya adalah gula aren.

“Bahkan ada beberapa kelompok masyarakat sudah mengubah menjadi gula semut,” ungkap Ruslan.