TOSERBAKU dan 3.4.7 Homebreaks Luncurkan Koleksi Lini Pelesir di Bandung

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Toko Serba TUKU (TOSERBAKU) kembali berkolaborasi dengan label streetwear asal Bandung, 3.4.7 Homebreaks, melalui peluncuran koleksi pakaian dan aksesori bertajuk “Lini Pelesir”.

Koleksi tersebut diperkenalkan dalam acara Ngariung di Bandung Bareng TUKU dan 3.4.7 Homebreaks Vol. 2 yang berlangsung di area outdoor TUKU Ambon, Bandung, pada 9 Oktober 2026.

Brand Manager 3.4.7 Homebreaks, Mahatirta, mengatakan koleksi ini berangkat dari eksplorasi material denim, khususnya hickory dan TENCEL™ chambray, yang kemudian dikembangkan dengan tema pelesir atau bepergian untuk bersantai.

Menurut Mahatirta, pemilihan bahan menjadi salah satu titik awal dalam pengembangan koleksi sebelum konsep dan tema ditentukan.

“Sebetulnya kita lebih ke bahannya dulu, mengeksplor denim. Setelah itu, kita lihat tematiknya seperti apa. Oh ya, pelesir,” ujar Mahatirta saat ditemui dalam acara Ngariung di Bandung Vol. 2.

Material hickory memiliki ciri khas berupa motif garis-garis, sedangkan TENCEL™ chambray digunakan untuk menghadirkan kemeja yang ringan dan nyaman.

Koleksi “Lini Pelesir” mencakup sejumlah produk, mulai dari celana panjang, topi, dan tas weekender hingga kemeja berpotongan oversized serta sandal jepit. Rangkaian produk tersebut dirancang untuk menunjang gaya berpakaian santai saat bepergian maupun beraktivitas sehari-hari.

Mahatirta menjelaskan, material TENCEL™ chambray dipilih karena karakteristiknya yang tidak terlalu tebal dan tetap nyaman saat digunakan sebagai kemeja.

“Jadi nyaman, enggak terlalu tebal. Sekarang itu orang pakai kemeja ke mana-mana, jadi ini kemejanya bisa dipakai buat ke mana-mana,” katanya.

Mahatirta mengatakan seluruh produk dalam koleksi tersebut dirancang dengan konsep unisex, sehingga dapat dikenakan oleh pria maupun wanita.

Konsep tersebut juga diterapkan pada sejumlah koleksi kolaborasi sebelumnya. Menurut dia, produk seperti vest, celana pendek, dan kemeja dapat digunakan oleh berbagai kalangan karena dirancang dengan pendekatan yang fleksibel.

Selain pemilihan material dan potongan pakaian, kolaborasi ini mempertahankan detail bordir kecil yang menjadi ciri khas kerja sama kedua brand.

Bordir tersebut menampilkan ilustrasi seseorang yang sedang memegang kopi susu sebagai elemen visual yang menghubungkan karakter TUKU sebagai brand kopi dengan pendekatan desain 3.4.7 Homebreaks.

Mahatirta menambahkan, koleksi kolaborasi tersebut diproduksi secara terbatas dan tidak akan diproduksi ulang setelah stoknya habis.

“Kalau kolaborasi, kita cuma one time. Jadi, kita enggak produksi lagi. Kalau ini habis, ya sudah habis,” katanya.

VP of Growth and Expansion TUKU, Diana Frances, mengatakan kolaborasi dengan 3.4.7 Homebreaks merupakan kerja sama kedua yang dilakukan kedua brand.

Kolaborasi pertama berlangsung pada tahun sebelumnya, ketika TUKU mulai memperluas keterlibatannya dengan pelaku kreatif di Bandung.

“Ini kolaborasi keduanya kita. Tahun lalu kita sudah ada bersama 347 juga. Ini kolaborasi kedua kita,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, koleksi tahun ini memiliki pendekatan visual berbeda dibandingkan kolaborasi sebelumnya. Jika koleksi terdahulu mengusung nuansa warna cokelat, “Lini Pelesir” hadir dengan nuansa biru.

Menurut Diana, acara Ngariung di Bandung Vol. 2 juga menjadi kesempatan bagi TUKU dan 3.4.7 Homebreaks untuk bertemu langsung dengan komunitas lokal.

Kegiatan tersebut digelar di Bandung sebagai ruang berkumpul sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas dan pelanggan kedua brand.

Melalui kolaborasi ini, TOSERBAKU berupaya memperluas ruang pertemuan antara produk, komunitas, dan kreativitas lokal. Koleksi “Lini Pelesir” menjadi salah satu upaya menghadirkan produk yang menggabungkan eksplorasi material dengan kebutuhan berpakaian sehari-hari.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat