Sejarah Radio Malabar Gunung Puntang Kabupaten Bandung

528

BANDUNG, infobdg.com – Radio Malabar merupakan sebuah pemancar radio yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917 dengan tujuan menjadi sarana komunikasi antara Indonesia dengan Pemerintahan kolonial Belanda.

Pada proses pendiriannya, radio ini pertama kali dipimpin oleh seorang teknisi dari Belanda bernama Cornelius Johannes de Groot, ia berhasil memimpin seluruh pembangunannya hingga akhirnya dapat diresmikan pada tanggal 5 Mei 1923 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda ketika itu yaitu, Dirk Fock. Pada masa selanjutnya Radio Malabar membuka jasa komunikasi publik bagi warga Belanda di Indonesia, yang kemudian membuat ungkapan “Hallo Bandung” menjadi terkenal ketika itu.

Baca Juga : Perjalanan Sejarah Rumah Sakit Hasan Sadikin

Apa yang telah dicapai oleh Radio Malabar pada waktu itu merupakan sebuah prestasi tersendiri yang patut dicatat oleh sejarah perkembangan radio dunia. Dengan semua kemampuan yang ada pada Radio Malabar saat itu komunikasi ke Belanda berhasil dilakukan, tidak ada yang mencatat bahwa sebenarnya itu adalah komunikasi nirkabel pertama tahun 1917 di dunia yang dapat menjangkau jarak antar benua, dari Indonesia ke Belanda yang jaraknya lebih dari 12 ribu kilometer. Dengan catatan ini kiranya Radio Malabar pantas untuk masuk ke dalam sejarah radio dunia, namun demikian pada kenyataannya amat sedikit atau bahkan munkin tidak ada yang mengungkapkannya secara eksplisit. Baru pada tahun 2004, sebuah situs di internet yaitu www.cdvandt.org, mencatatkannya sebagai “ Worlds most powerful arc transmitter ever” (pemancar ark yang paling kuat yang pernah ada di dunia).

Di samping sejarahnya yang demikian, tentu Radio Malabar juga harus dikaitkan dengan perkembangan komunikasi radio di tanah air, terdapat catatan-catatan bahwa aktifitas teknik di Radio Malabar memiliki kaitan dengan munculnya aktifitas Amatir Radio sebagai hobi dan munculnya stasiun-stasiun yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta.

Lebih jauh lagi Radio Malabar sebenarnya dapat dikatakan sebagai titik ujung dari sejarah berbagai aktifitas komunikasi modern di Indonesia, dalam riwayatnya, jaringan komunikasi yang melibatkan Radio Malabar turut menjadi latar belakang berdirinya organisasi yang disebut PTT, yang menjadi cikal bakal berdirinya PT.Telkom Indonesia dan PT. Pos Indonesia. (Kaur Humas BDS, Tomi T. Prakoso)

Foto : Wikiwand |tomita.web.id | Jurnal Bandung | Kompasiana

Komentar

Total Komentar