KAB. GARUT, infobdg.com – Program Bank Sampah sebagai sarana untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih di Jawa Barat semakin digalakkan.

Foto: Humas Jabar

Salah satu keberadaan bank sampah yang mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, berada di Kampung Sawah Bera, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Bank sampah bernama Hade Jaya ini dikunjungi Wagub Uu beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Minggu (22/9).

Dalam kesempatan tersebut, Uu memberikan motivasi kepada para pengelola bank sampah yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga dan santri. Uu mengatakan, bank sampah adalah tempat yang mulia karena diisi oleh orang-orang yang peduli lingkungan.

“Diundang ke tempat bank sampah seperti ini luar biasa. Baru kali ini saya mengadakan kegiatan seperti ini di tempat yang sangat mulia, karena ini tempat berkumpulnya orang-orang yang peduli terhadap lingkungan,” kata Uu.

Untuk mengapresiasi berjalannya program bank sampah di kawasan tersebut, Pemkab Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan bantuan dalam bentuk lahan kepada Bank Sampah Hade Jaya, karena selama berdiri sejak 2016 bank sampah ini menggunakan lahan sewaan untuk kegiatan operasionalnya. Selain itu, Bank Sampah Hade Jaya juga akan mendapat bantuan mesin pemilah sampah serta motor pengangkut sampah.

“Pemberian bantuan ini adalah salah satu bukti ucapan terimakasih kami kepada Bank Sampah Hade Jaya yang telah meringankan beban kami dan mendukung program kami dalam lingkungan hidup dalam persoalan sampah,” ucap Uu.

Uu mengapresiasi pengelola dan masyarakat yang terlibat dalam Bank Sampah Hade Jaya. Ia pun meminta pengelola sampah Hade Jaya dan masyarakat agar senantiasa membantu pemerintah menangani persoalan sampah, khususnya di Kabupaten Garut.

Foto: Humas Jabar

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Hade Jaya, Hendi Munawar, mengatakan pihaknya telah termotivasi dengan kedatangan Wagub Jabar ke tempatnya. Untuk itu, Hendi bersama para nasabah bank sampah akan terus bergerak dan berinovasi dalam pengelolaan sampah tersebut.

“Kami sangat termotivasi ketika bapak Wagub datang ke sini, di bank sampah yang terlibatnya adalah ibu-ibu, para santri Pesantren Al Ikhlas, dan pemuda,” kata Hendi.

Hendi bercerita, berdirinya bank sampah ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Hendi tentang banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Hendi ingin melalui bank sampah ini kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan bisa terbangun, sehingga masyarakat bisa merubah kebiasannya untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Bank Sampah Hade Jaya menampung berbagai jenis sampah, seperti sampah dus, plastik, besi, dan lainnya. Masyarakat bisa menyetorkan sampahnya setiap hari dengan harga sesuai dengan jenis sampah yang disetorkan.

Kumpulan sampah yang telah disetorkan ke Bank Sampah Hade Jaya kemudian diolah untuk dikirim ke berbagai industri di Jakarta dan Tangerang, bahkan diimpor ke luar negeri sebagai bahan baku pembuatan peralatan rumah tangga.

“Pendapatan kita rata-rata tiga ton, per bulan, dan dihargai Rp 6 ribu satu kilonya,” ungkap Hendi.