BANDUNG, INFOBDG.com – Bandara Husein Sastranegara (BDO) di Bandung, Jawa Barat, kembali disiapkan untuk melayani penerbangan internasional. Namun hingga akhir Agustus 2026, penerbangan internasional dari Bandung belum juga dimulai.
Padahal, Bandara Husein Sastranegara ditargetkan mulai melayani penerbangan internasional pada Oktober 2026. Lantas, kenapa penerbangan internasional belum juga tersedia di Husein?
Ternyata, persoalannya bukan karena fasilitas utama bandara belum siap. Persiapan infrastruktur dan fasilitas terminal bahkan sudah mencapai 98 persen.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengembalikan layanan penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara.
Renovasi dan beautifikasi dilakukan pada sejumlah area, mulai dari keberangkatan, check-in, boarding lounge hingga area kedatangan.
“Saat ini sedang dilakukan perapihan dan perbaikan hal-hal minor,” kata Arie kepada Bisnis.com, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, fasilitas sisi udara atau airside yang mencakup runway dan apron telah siap 100 persen untuk melayani penerbangan internasional.
Masih Menunggu Verifikasi Kementerian Perhubungan
Jika infrastruktur bandara sudah hampir sepenuhnya siap, lalu apa yang masih ditunggu?
Salah satu tahapan pentingnya adalah verifikasi kesiapan operasi untuk melayani penerbangan internasional oleh Kementerian Perhubungan.
Pengusulan Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara internasional sebelumnya telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat kepada Menteri Perhubungan.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah memperbarui daftar bandara internasional di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, sebelumnya mengatakan akan ada bandara yang ditutup maupun dibuka dalam daftar terbaru tersebut.
Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu bandara yang masuk dalam daftar terbaru dengan status internasional.
Artinya, meski fasilitas fisiknya telah dipersiapkan, penerbangan internasional tetap membutuhkan proses verifikasi dan tahapan operasional sebelum benar-benar dapat berjalan.
Maskapai Sudah Minta Rute dari Bandung
Menariknya, bukan hanya pemerintah yang menyiapkan pembukaan penerbangan internasional. Sejumlah maskapai juga telah merencanakan penerbangan dari Bandung menuju tiga kota di Asia Tenggara, yakni Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura.
Ada empat maskapai yang disebut terlibat dalam rencana penerbangan internasional tersebut, yaitu TransNusa, Scoot, AirAsia, dan Malindo.
Lukman mengatakan permintaan dari maskapai tersebut sudah ada sehingga pemerintah memperkirakan penerbangan internasional dapat mulai dibuka pada Oktober.
“Mereka [maskapai] sudah minta, jadi kami perkirakan Oktober dibuka. Karena sekarang prosesnya sudah ada,” ujarnya.
Dengan demikian, belum adanya penerbangan internasional saat ini bukan berarti tidak ada maskapai yang berminat membuka rute dari Bandung. Justru, rencana penerbangannya sudah mulai disiapkan. Yang masih berjalan adalah proses menuju pembukaan layanan tersebut.
Penerbangan Domestik Husein Mulai Ramai Lagi
Sambil menunggu penerbangan internasional dibuka, aktivitas penerbangan domestik di Bandara Husein Sastranegara juga mulai meningkat.
Penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat jet narrow body mulai beroperasi pada rute domestik sejak 14 Agustus 2026. Dalam periode 14 hingga 25 Agustus 2026 saja, tercatat 133 pergerakan penerbangan dengan jumlah penumpang sekitar 14.000 orang.
Jika dihitung secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 25 Agustus 2026, jumlah pergerakan pesawat mencapai 1.165 penerbangan, dengan sekitar 20.000 penumpang.
Untuk penerbangan domestik, saat ini ada lima maskapai yang telah mendapatkan PPRP atau penetapan persetujuan rute penerbangan domestik.
Kelima maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Citilink, Super Air Jet, Susi Air, dan Wings Air. Kelima maskapai melayani total 15 kota domestik di Indonesia.
Penerbangan menggunakan pesawat jet dilayani tiga maskapai dengan 11 kota tujuan, sedangkan pesawat propeller dilayani dua maskapai dengan empat kota tujuan.
Sementara itu, TransNusa belum mendapatkan PPRP untuk penerbangan domestik.
Oktober Jadi Penentu
Dengan kondisi tersebut, Bandara Husein Sastranegara kini berada dalam fase persiapan akhir menuju kembalinya penerbangan internasional.
Fasilitas terminal sudah mencapai 98 persen, airside telah siap 100 persen, maskapai sudah mengajukan rencana rute, dan pemerintah menargetkan penerbangan internasional mulai beroperasi pada Oktober 2026.
InJourney Airports bahkan memperkirakan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara sepanjang 2026 dapat mencapai 50.000 penumpang dengan tambahan penerbangan internasional.
Jika target tersebut terealisasi, warga Bandung dan Jawa Barat akan kembali memiliki pilihan konektivitas langsung menuju sejumlah kota di luar negeri dari Bandara Husein Sastranegara.
Jadi, kenapa sampai sekarang belum ada penerbangan internasional di Husein?
Jawabannya, karena proses pembukaannya masih berjalan. Bandara sedang menyelesaikan persiapan akhir dan menunggu tahapan verifikasi kesiapan operasi, sementara maskapai dan rute internasional juga tengah dipersiapkan.
Oktober 2026 menjadi target berikutnya untuk melihat apakah penerbangan internasional Husein Sastranegara benar-benar kembali mengudara.

