Inilah Skema Untuk Hindari Lonjakan Tagihan Pelanggan PLN

Berita Lainnya

UNJANI Gelar Pengambilan Sumpah dan Janji Terhadap 201 Lulusan Prodi Profesi Apoteker

BANDUNG, infobdg.com - Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) melaksanakan pengambilan Sumpah dan Janji Apoteker terhadap 201 orang lulusan Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker Fakultas...

Bansos Tahap II Provinsi Jabar Segera Disalurkan

BANDUNG, infobdg.com - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Dodo Suhendar, memastikan Bantuan Sosial (Bansos) Jabar tahap II akan mulai disalurkan per Kamis (9/7)....

Satreskrim Polrestabes Bandung Ungkap Kasus Penipuan Oknum Polisi Gadungan

BANDUNG, infobdg.com - Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dengan modus tersangka mengaku sebagai petugas Kepolisian yang terjadi di...

Pemkot Bandung Masih Pertimbangkan Pembukaan Tempat Hiburan

BANDUNG, infobdg.com - Ada sekitar 10.000 orang yang ikut terdampak akibat tutupnya tempat hiburan di Kota Bandung. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung,...

NASIONAL, infobdgcom – Seperti diketahui, belakangan ini PLN mendapatkan banyak complaint dari pelanggan yang mempertanyakan tentang tagihan bulanan dan puncaknya adalah tagihan di bulan Juni ini. Maka dari itu, PLN telah membuat skema penghitungan tagihan untuk melindungi pelanggan rumah tangga yang tagihan listriknya melonjak.

Ilustrasi/Humas PLN UID Jawa Barat

Dalam skema tersebut, pelanggan yang mengalami tagihan pada bulan Juni melonjak lebih dari 20% daripada bulan Mei akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40%, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan tiga bulan ke depan. Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam.

“Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal. Oleh karena itu, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril, Kamis (04/06)

Dalam dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata.

“PLN berusaha mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga berlipat-lipat sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19. Dengan skema perlindungan terhadap lonjakan tersebut, PLN mengatur kenaikan lonjakan tagihan pada bulan Juni maksimum naiknya adalah 40% dari tagihan bulan sebelumnya supaya tidak memberatkan konsumen. Sisa tagihan yang belum terbayar di bulan Juni atau 60% dari lonjakan tagihan akan dibagi rata dalam tiga bulan ke depan.” paparnya.

Bob meminta maaf kepada pelanggan akibat keterlambatan munculnya tagihan, tetapi ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena PLN berupaya memberikan jalan keluar terbaik bagi pelanggan yang tagihannya melonjak. Selain itu, PLN juga masih terus melakukan pengecekan ulang terhadap pelaksanaan pemberian subsidi pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil berdaya 450 VA dan diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga 900VA bersubsidi. Pengecekan tersebut dilakukan dari bulan ke bulan, untuk memastikan bahwa stimulus kelistrikan yang diberikan oleh pemerintah tersebut benar-benar tepat sasaran.

“PLN juga sudah menyiapkan posko pengaduan tambahan. Posko pengaduan tersebut menambah kekuatan layanan pelanggan yang sudah ada sebelumnya, sehingga setiap pelanggan dapat dilayani dan dijelaskan dengan baik. Ini adalah upaya kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di tengah situasi pandemi yang sulit seperti sekarang,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...