Kemarau Diprediksi Hingga November 2026, Warga Diminta Hemat Air

Berita Lainnya

BANDUNG, INFOBDG.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Berbagai upaya telah disiapkan, mulai dari distribusi air bersih, pemasangan toren air di wilayah rawan kekeringan, hingga penyediaan pompa air untuk mendukung sektor pertanian.

Berdasarkan pemetaan, sebanyak 27 dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung telah masuk dalam status siaga darurat kekeringan. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Bandung bergerak lebih awal agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas pertanian tidak terganggu.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, persiapan menghadapi musim kemarau telah dilakukan sejak dua bulan lalu setelah adanya prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering.

“Dari 31 kecamatan, yang terdampak siaga darurat kekeringan ada 27 kecamatan. Dua bulan lalu kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk PDAM, untuk mempersiapkan langkah-langkah menghadapi kekeringan berkepanjangan,” ujar Dadang Supriatna, dilansir dari MediaIndonesia.com.

Siapkan Distribusi Air Bersih dan Toren Air

Sebagai langkah awal, Pemkab Bandung menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memetakan seluruh titik rawan kekeringan. Data tersebut akan menjadi acuan dalam percepatan distribusi bantuan air bersih ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga diminta menyiapkan toren atau tangki air di setiap kecamatan, terutama yang berada di sekitar wilayah rawan kekeringan.

“PDAM akan memasang toren di masing-masing kecamatan atau di daerah yang mendekati titik lokus. Ini langkah yang kami lakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” kata Dadang.

Cegah Gagal Panen Saat Kemarau

Tak hanya fokus pada kebutuhan air bersih masyarakat, Pemkab Bandung juga berupaya menjaga produktivitas sektor pertanian selama musim kemarau.

Dadang menjelaskan, sebanyak 547 daerah irigasi telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan penanganan, dengan 117 titik menjadi prioritas. Sebagian besar titik prioritas tersebut berada di sekitar aliran Sungai Citarum sehingga memungkinkan dilakukan pemompaan air untuk mengairi lahan pertanian.

“Jangan sampai terjadi gagal panen. Dinas Pertanian kami dorong menyediakan pompa agar sawah yang akan tanam maupun yang akan panen tidak kehabisan air,” ujarnya.

Pemkab Bandung juga menyiapkan pemanfaatan air Sungai Citarum sebagai sumber irigasi alternatif guna menjaga ketahanan pangan selama musim kemarau.

BMKG Prediksi Kemarau Berlangsung hingga November

Berdasarkan data BMKG, sekitar 51 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal pada Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga November 2026, dengan sekitar 64 persen wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal.

Di Kabupaten Bandung, salah satu wilayah yang diperkirakan terdampak adalah Kecamatan Cileunyi yang diprediksi belum memasuki musim hujan hingga Oktober dan baru berpotensi mengalami musim hujan pada November 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, Dadang mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghindari pemborosan agar kebutuhan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau.

“Manfaatkan air sebaik mungkin. Jangan sampai menghambur-hamburkan air sehingga kebutuhan pokok masyarakat untuk air minum bisa terganggu,” tutur Dadang.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat