Nahas! Kirmir Runtuh Saat Dikerjakan, Pekerja Tertimbun di Cisaranten Bandung

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com — Seorang pekerja tertimbun material longsoran saat mengerjakan perbaikan kirmir di bantaran Sungai Cijangjawa, Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Sabtu (3/10).

Korban diketahui bernama Rian Ramdani (27), warga Kampung Cipedes, Desa Jatinunggal, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Ia mengalami luka pada bagian dahi dan kaki akibat tertimpa material kirmir yang runtuh.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, Rian bersama sejumlah pekerja lainnya tengah melakukan pekerjaan rehabilitasi kirmir di bantaran sungai.

Kapolsek Cinambo Kompol Subana mengatakan, longsoran terjadi secara tiba-tiba ketika bagian kirmir yang sedang dikerjakan mengalami keruntuhan.

“Telah terjadi longsoran kirmir yang sedang diperbaiki mengakibatkan satu orang pekerja tertimbun longsoran dan mengalami luka di kepala bagian dahi sebelah kiri, dan kaki,” ujar Subana, dikutip dari Detik.com, Minggu (4/10).

Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban. Rian berhasil dikeluarkan dari material longsoran dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

“Proses penyelamatan berjalan dengan lancar. Menurut keterangan, korban mengalami luka di bagian dahi dan kaki. Saat ini sudah dirujuk ke RSUD Ujungberung,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung, Roby Darwan.

Rian tiba di RSUD Ujungberung sekitar pukul 14.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Roby menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, korban tertimbun ketika proses penggalian dilakukan dalam rangka pekerjaan rehabilitasi kirmir.

“Menurut warga, saat itu sedang dilakukan pengerjaan penggalian untuk pelaksanaan rehabilitasi kirmir,” ujarnya.

BPBD Kota Bandung masih menunggu informasi dari pihak rumah sakit terkait kondisi terkini korban setelah menjalani perawatan.

“Untuk kondisi saat ini belum kita ketahui. Namun karena tadi sudah langsung dibawa ke RSUD, kami masih menunggu informasi selanjutnya,” tutur Roby.

Insiden tersebut turut menjadi perhatian BPBD Kota Bandung karena pekerjaan penggalian di area tertentu memiliki potensi bahaya, terutama ketika kondisi tanah dan struktur di sekitarnya tidak stabil.

Roby mengingatkan agar pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi terlebih dahulu melalui kajian terhadap potensi bahaya di lokasi.

Menurutnya, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian sejak tahap awal pengerjaan, termasuk ketika pekerjaan melibatkan aktivitas penggalian.

“Antisipasinya mungkin untuk pengerjaan-pengerjaan yang lebih berbahaya harus lebih dipantau kerawanan dan risikonya. Intinya, mungkin harus ada penilaian di setiap pengerjaan,” katanya.

Selain pemetaan risiko, keberadaan tenaga teknis dinilai penting untuk memastikan pekerja memahami kondisi dan potensi bahaya selama proses pengerjaan berlangsung.

“Mungkin karena yang namanya pekerja tidak semuanya mengetahui risiko pekerjaannya. Jadi mungkin harus ada tim teknisnya,” pungkasnya.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat