BANDUNG, infobdg.com – Setelah mencatat sejarah sebagai tim pertama yang meraih gelar juara Liga 1 Indonesia tiga musim berturut-turut, PERSIB menghadirkan cara berbeda untuk merayakan pencapaian tersebut. Bekerja sama dengan PERSIB Bandung dan Grey Art Gallery, klub kebanggaan Bobotoh itu resmi menggelar Cultura PERSIB, sebuah pameran budaya yang mengangkat perjalanan, identitas, dan warisan yang telah melekat dengan kehidupan masyarakat Bandung selama puluhan tahun.
Berlokasi di Grey Art Gallery kawasan Braga, pameran ini berlangsung hingga 10 September 2026 dan menghadirkan pengalaman yang mengajak pengunjung melihat PERSIB dari sudut pandang yang lebih luas. Tak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang tumbuh bersama masyarakat Kota Bandung.
Momentum penyelenggaraan Cultura PERSIB terasa semakin istimewa karena hadir setelah keberhasilan Maung Bandung menorehkan prestasi bersejarah dengan meraih gelar juara Liga 1 pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Raihan three-peat tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah kompetisi sepak bola nasional era Liga 1.

Melalui pameran ini, publik diajak menelusuri berbagai cerita yang membentuk perjalanan PERSIB selama lebih dari sembilan dekade. Sebanyak 95 karya dan objek dipamerkan, mulai dari karya seni rupa, instalasi visual, mural, arsip sejarah, memorabilia, jersey bersejarah, hingga berbagai ruang tematik yang merekam hubungan erat antara klub, Bobotoh, dan Kota Bandung.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan bahwa Cultura PERSIB merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah dilalui klub bersama para pendukungnya.
“Pencapaian yang diraih PERSIB dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama PERSIB. Karena itu, Cultura PERSIB kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Adhitia, pameran ini juga ingin menunjukkan bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, kreativitas, nilai-nilai, serta ikatan emosional yang membentuk hubungan kuat antara PERSIB dan masyarakat Bandung.

Sementara itu, Owner Grey Art Gallery, Elia Yoesman, menilai PERSIB telah berkembang menjadi salah satu fenomena budaya paling berpengaruh di Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya terasa di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat.
“Melalui keterlibatan para seniman, kreator, dan kontributor dari berbagai latar belakang serta hadirnya 95 karya dan objek dalam pameran ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana PERSIB telah menjadi sumber inspirasi yang melampaui sepak bola dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya kota,” kata Elia.
Tak hanya menghadirkan karya-karya visual, Cultura PERSIB juga akan diramaikan dengan beragam program publik seperti diskusi, talkshow, gathering komunitas, hingga aktivitas kreatif lainnya. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang dialog antara seni, sepak bola, dan komunitas yang selama ini tumbuh bersama PERSIB.
Pameran ini melibatkan puluhan seniman dan kreator melalui skema Invitation Artist, Open Call Artist, serta Contribution Artist. Beragam perspektif yang dihadirkan menjadi gambaran bagaimana PERSIB telah melampaui statusnya sebagai klub sepak bola dan menjelma menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Bandung lintas generasi.
Lebih dari sekadar ruang pamer, Cultura PERSIB menjadi titik temu antara sejarah, kreativitas, dan kebersamaan. Sebuah perayaan atas perjalanan panjang klub yang dibangun bukan hanya oleh kemenangan di atas lapangan, tetapi juga oleh cerita, kenangan, dan keterikatan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pameran Cultura PERSIB dapat dikunjungi di Grey Art Gallery, Braga, Bandung, hingga 10 September 2026. Tiket masuk dibanderol Rp25.000 untuk hari kerja dan Rp35.000 saat akhir pekan. Berbagai agenda diskusi dan kegiatan komunitas akan diumumkan melalui kanal resmi PERSIB dan Grey Art Gallery.***

