Rencana Penghapusan Kelas, Ridwan Kamil: Kualitas BPJS Kesehatan Harus Terus Dijaga

Berita Lainnya

Yana: Tempat Hiburan dan Bioskop Bisa Beroperasi Bila Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

BANDUNG, infobdg.com - Sebagai syarat agar bisa kembali beroperasi, setiap pengelolaan tempat hiburan wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Hal...

Layanan Perpustakaan Dihentikan Sementara, Buka Saja E-Pustaka Bandung!

BANDUNG, infobdg.com - Situasi pandemi Covid-19 membuat beberapa pelayanan di Perpustakaan Kota Bandung ditutup sementara. Layanan yang ditutup antara lain layanan baca di tempat...

Terbatas dan Daring, Rangkaian HUT RI dan Jabar Tetap Digelar

BANDUNG, infobdg.com - Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 pada 17 Agustus 2020 mendatang di Jawa Barat tetap akan dilaksanakan, meski Indonesia tengah...

Long Weekend Agustusan, Satlantas Polrestabes Bandung Ketatkan Pengamanan Jalur Wisata

BANDUNG, infobdgcom - Menghadapi peningkatan jumlah kendaraan pada saat libur panjang selama Hari Kemerdekaan RI ke 75 dan Hari Tahun Baru Islam 1 Muharram...

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) telah berencana untuk menghapus tingkatan kelas dalam layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Rencana tersebut ditanggapi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menurutnya, hal terpenting dalam layanan BPJS Kesehatan bukan pada tingkatan kelas, melainkan pelayanan secara prima kepada masyarakat yang sakit. Sehingga apa pun pengkelasan yang akan diberlakukan, hal utama yakni menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Intinya mau satu kelas, dua kelas, tiga kelas, apa pun (kelasnya) yang penting kualitas pelayanan kepada kemanusiaan jangan diturunkan,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Rabu (17/6).

“Masalah nanti jika satu kelas berdampingan antara yang sakit, saya kira bukan itu poinnya. Poinnya adalah orang sakit bisa dilayani dengan segala (pelayanan) yang ada,” tambah dia.

Terkait dampak perubahan BPJS Kesehatan terhadap beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika pengkelasan diubah, Emil berujar, bahwa Pemerintah Provinsi Jabar belum melakukan penghitungan. Namun, ia memastikan akan memprioritaskan APBD tersebut bagi warga Jabar yang masuk golongan miskin dan menengah ke bawah.

Adapun selama ini, kelas peserta BPJS Kesehatan dibedakan berdasarkan iuran dan fasilitas yakni Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Rencananya, pemerintah menghapus pengkelasan dan menerapkan kelas standar dengan layanan yang sama bagi setiap peserta mandiri.

Menurut Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), pemerintah menyiapkan kelas standar agar tercipta kesamaan pelayanan dengan tidak membeda-bedakannya antara masing-masing peserta BPJS Kesehatan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...