Resmi! Taman Gedung Sate Berganti Nama, KDM Minta Maaf

Berita Lainnya

BANDUNG, INFOBDG.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka kawasan taman Gedung Sate, Kota Bandung, untuk masyarakat umum setelah proses revitalisasi selesai.

Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai pelataran Gedung Sate tersebut kini diberi nama Pasanggrahan Pancarasa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, nama Pasanggrahan Pancarasa memiliki filosofi yang berkaitan dengan lima indera manusia.

“Kita ini punya lima rasa. Punya mata harus melihat, punya telinga harus mendengar, punya hidung harus menghisap, punya lidah harus berucap, punya hati harus ikhlas,” ujar Dedi, dilansir dari Kompas.com, Selasa (18/8/2026).

Dedi menjelaskan, kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah kerajaan pada masa lalu.

“Pasanggrahan itu tempat berkumpul, alun-alun. Dulu berkumpulnya di Pasanggrahan itu orang pakai kuda dari daerah kerajaan,” kata Dedi.

Kini, kawasan Pasanggrahan Pancarasa telah dibuka dan dapat dinikmati masyarakat. Namun, Dedi mengimbau warga untuk ikut menjaga fasilitas yang tersedia, terutama area taman.

“Sudah dibuka, tapi rumputnya jangan diinjak,” imbaunya.

Dedi Mulyadi Minta Maaf soal Penutupan Jalan

Dedi juga menanggapi beragam respons masyarakat terhadap proses revitalisasi kawasan Gedung Sate. Ia mengapresiasi masyarakat yang memberikan dukungan maupun kritik.

“Saya mengucapkan terima kasih, bukan hanya yang merespons positif, tetapi kepada yang mengkritik pun saya mengucapkan terima kasih,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terdampak penutupan arus lalu lintas di sekitar Gedung Sate pada Senin (17/8/2026).

Penutupan jalan tersebut dilakukan untuk menunjang rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih.

Dedi menyadari kebijakan tersebut sempat mengganggu mobilitas warga. Namun, ia menjelaskan bahwa penutupan dilakukan demi kelancaran rangkaian acara dan kenyamanan masyarakat yang hadir di kawasan Pasanggrahan Pancarasa.

“Pasti ada yang merasa terganggu aktivitasnya. Kami menyampaikan permohonan maaf, dan semua dilakukan demi kenyamanan seluruh warga yang hadir di areal halaman Gedung Sate atau Pasanggrahan Pancarasa,” pungkasnya.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat