Pasar Baru Segera Beroperasi, Ema Minta Manajemen Terapkan Standar Kesehatan Ketat

Berita Lainnya

Pinjamkan Laptop Hingga Dukungan Kuota, Disdik: Kota Bandung Siap Laksanakan PJJ

BANDUNG, infobdg.com - 90% siswa di Kota Bandung sudah bisa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 3-4 bulan pada tahun ajaran 2019-2020 lalu. Hal tersebut...

Begini Tata Laksana Idul Adha 2020 di Jabar

BANDUNG, infobdg.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah mengeluarkan protokol kesehatan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19. Protokol tersebut mengatur tata laksana bagi masyarakat,...

Siap-Siap! Tak Pakai Masker Didenda Rp 100-150 Ribu

BANDUNG, infobdg.com - Pekan depan, seluruh warga Jabar yang beraktivitas di ruang publik wajib menggunakan masker. Apabila melanggar, Gugus Tugas Covid-19 Jabar akan memberlakukan...

Masuk Tahun Ajaran Baru, Disdik Kota Bandung Siapkan MPLS Online

BANDUNG, infobdg.com - Mulai hari ini, Senin (13/4), para siswa sekolah di Kota Bandung memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Sejalan dengan rekomendasi Gugus Tugas...

BANDUNG, infobdg.com – Jika ingin beroperasi kembali di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kota Bandung, para pedagang di Pasar Baru harus berkomitmen menerapkan standar kesehatan dengan ketat.



Dikatakan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, hal tersebut harus dilakukan sebab karakteristik Pasar Baru berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya.

Ia menuturkan, diantara perbedaannya yakni Pasar Baru memiliki jumlah ruang dagang lebih banyak dengan jarak cukup rapat. Maka dari itu, komitmen penerapan protokol di Pasar Baru harus ekstra.

“Karena fasilitasnya beda dengan pusat perbelanjaan dan tidak bisa disamakan dengan PVJ, TSM, atau Paskal. Karena kondisinya, disiplin harus lebih keras,” terang Ema, di sela-sela meninjau Pasar Baru, Kamis (4/6).

Ema mengingatkan, seluruh elemen harus kompak menerapkan protokol kesehatan. Termasuk para pedagang, pengelola, dan petugas harus memperhatikan penggunaan masker, jaga jarak, menjaga kebersihan tangan, menggunakan pelindung muka, serta memakai pembatas di bagian pembayaran.

Para pedagang pun harus disiplin menerapkan soal protokol kesehatan kepada para pengunjung. 

“Mereka harus menjaga bahwa maksimum itu kapasitas tetap 30 persen. Kalau kondisi normal ini ada 4.000 orang maka tidak boleh lebih dari 1.500 orang. Ini harus benar kontrolnya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan di Pasar Baru ini memiliki Pedagang Kaki Lima (PKL) yang cukup banyak. Maka, aturan serupa juga harus diterapkan secara ketat kepada para PKL. Ema menilai, penerapan protokol kesehatan maksimum kepada PKL ini cukup sulit, namun bukan hal mustahil jika Pasar Baru bisa ditutup kembali karena PKL.

“Saya berharap PKL tidak ada. Kalau pun ada, mereka harus memenuhi standar protokol dan tidak menciptakan kekumuhan,” pinta Ema.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...