Pekerja Sektor Peternakan Ayam Rakyat Terancam PHK Massal, Ini Kata Praktisi Peternakan

Berita Lainnya

Pemkot Bandung Apresiasi Kesiapan Mall Hadapi AKB

BANDUNG, infobdg.com - Secara keseluruhan, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, menilai pengelola ma dan pusat perbelanjaan telah siap menghadapi Adaptasi...

Terapkan Protokol Kesehatan, Shalat Jumat di Masjid Al Ukhuwah Khusyu

BANDUNG, infobdg.com - Setelah lama tak gelar shalat berjamaah akibat pandemi virus Corona, pada Jumat (5/6) akhirnya Masjid Al Ukhuwah kembali laksanakan shalat Jumat...

Jalan-jalan Lewat Virtual Tour Gedung Sate

BANDUNG, infobdg.com - Kapan Wargi Bandung terakhir kali jalan-jalan? Di saat pandemi seperti ini, kita belum bisa jalan-jalan, begitu juga foto-foto di Gedung Sate....

Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Rumah Ibadah

BANDUNG, infobdg.com - Adaptasi kebiasaan baru (AKB) merupakan istilah yang digunakan oleh Kang Emil untuk kebiasan baru yang akan diterapkan selanjutnya di masa pandemi...

BANDUNG, infobdg.com – Kondisi perekonomian Indonesia ikut terdampak sejak pandemi virus corona atau Covid-19 menjangkiti masyarakat di tanah air. Terlihat dari daya beli masyarakat yang semakin bergerak turun, salah satunya terjadi pada kemampuan beli daging dan telur yang menjadi kebutuhan pokok untuk menunjang kecukupan gizi tubuh.

Berdasarkan survey harga pasar oleh Pinsar, daging ayam kini berkisar antara Rp 30.000-Rp 35.000/kg Karkas, sementara harga ayam dari kandang di pulau Jawa per tanggal 3 April 2020 antara Rp 5.500-Rp 8.000/kg. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi para peternak rakyat, dimana harga pokok produksi daging per kilogram berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 19.000.

Menurut praktisi peternakan, Deki Neriawan, apabila kondisi seperti ini berlanjut sampai dua pekan ke depan, maka bisa dipastikan seluruh peternak rakyat akan gulung tikar, diikuti gelombang PHK secara besar hingga 12 juta karyawan.

“Peternak ini berduka, mereka merugi nasional. Harga ayam di kandang sekarang Rp 5.000-Rp 8.000, ini gara-gara pemain tengah dan broker, pemerintah juga ompong jaga harga ayam,” pungkas Deki, Minggu (5/4).

Sebagian besar pelaku usaha perunggasan di skala rakyat memandang pemerintah tidak bersikap bijak pada usaha perunggasan dan terkesan tutup mata dalam menghadapi gejolak ekonomi sektor pangan tersebut. Hal ini diperparah dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) sejak Maret lalu, tanpa diimbangi solusi yang berpihak pada rakyat secara umum dan khususnya pelaku usaha perunggasan.

“Di situasi seperti ini, seharusnya pemerintah hadir diantara peternak dan masyarakat (konsumen) agar peternak mampu bertahan dan masyarakat pun tercukupi kebutuhan gizinya,” ujarnya.

Deki mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memasukan livebird dan karkas ayam sebagai program kartu sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19, dengan kerjasama pada peternak rakyat melalui harga acuan Permendag No. 7/2020.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...